Kelistrikan telah menjadi kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan masyarakat Indonesia bahkan dunia. Maka, listrik menjadi keperluan bagi masyarakat untuk penerangan, dan segala aktifitas yang bergantung pada listrik, serta menjadi sumber energi utama.
Penggunaan Smart Grid sangat perlu dilakukan, karena dapat membantu meringankan masalah yang dihadapi oleh sistem daya listrik dewasa ini. Sistem daya listrik merupakan kesatuan dari beberapa sistem yaitu; sistem pembangkitan daya listrik, sistem transmisi daya listrik, sistem distribusi daya listrik, dan utilisasi daya listrik. Jika kita merujuk kepada Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan, bahwa pembangunan ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik, harga yang wajar, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata, serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Listrik merupakan pilar pendukung utama dalam segala aspek pembangunan. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah sangat tergantung pada ketersediaan dan kualitas daya listrik. Dalam beberapa tahun ke depan sistem kelistrikan akan membutuhkan jawaban untuk tantangan baru, yang sedang berkembang saat ini seperti; kendaraan listrik, baterai berkapasitas besar, peralatan pintar, dan lain sebagainya. Penerapan Smart Grid sangatlah baik dari sisi peningkatan keandalan sistem daya listrik, meningkatkan pembangkit daya listrik dalam Energi Baru Terbarukan (EBT), dimana sangat sesuai dengan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) tahun 2019-2038. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No.39K/20/MEM/2019 tentang pengesahan RUPTL tahun 2019-2028, dengan mendorong percepatan pencapaian target energi terbarukan.
Hal ini disampaikan Prof. Dr. Azriyenni dalam orasi ilmiahnya dalam acara wisuda ke-14 STT Pekanbaru pada tanggal 29 November 2022 lalu di Hotel Pangeran Pekanbaru. Smart Grid atau jaringan cerdas adalah konsep sistem daya listrik secara terintegrasi dengan teknologi informasi, dan telekomunikasi yang memungkinkan komunikasi dua arah antara produsen, dan konsumen daya listrik. Kebutuhan tenaga listrik sebagai penetrasi energi terbarukan dalam pembangkitan listrik menjadi tantangan bagi sistem transmisi dan distribusi daya listrik. Beberapa algoritma teknik cerdas telah ramai diminati oleh para peneliti di Dunia, termasuk bidang ketenagalistrikan, termasuk saya sendiri ujar Prof. Azriyenni telah melakukan beberapa penerapan algoritma teknik cerdas pada bidang sistem tenaga listrik, hal ini tertuang dalam penelitiannya dan sejumlah publikasinya dalam nasional dan internasional. Sistem penyaluran daya listrik di Indonesia masih kategori tradisional.