Assoc. Prof. Dr. Azriyenni, ST., M.Eng

Manajemen Sentra Kekayaan Intelektual Se-Indonesia

Dalam rangka Manajemen Sentra Kekayaan Intelektual Se-Indonesia diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Kementerian Hukum & Hak Asasi Manusia). Program ini dilaksanakan Kamis-Sabtu, tanggal 19 – 21 September 2019, di Hotel Swiss Bell Inn, Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Pemaparan manajemen aset kekayaan intelektual oleh ibu Dr. Erni Widhyastari selaku Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan, Bagaimana Aset Kekayaan Intelektual Memiliki Nilai Ekonomi (KI) DJKI. Beliau menuturkan bahwa Bagaimana Universitas dapat memanfaatkan aset KI  memiliki nilai ekonomi. Materi kedua oleh Mister Sugiyama dari JICA Expert, Chief Advisor, yaitu; “IP System for Universities, SMEs and Industries in JapanTakuya”. Dia memaparkan bahwa perkembangan KI di jepang sangat pesat, walau mereka tidak memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang banyak seperti di Indonesia. Pendirian Kantor Pusat Strategi Kekayaan Intelektual pada Maret 2003, General Manage; Perdana Menteri dan, Anggota; seluruh Menteri Negara dan Para Ahli. Mereka bekerjasama dengan Industri dan Universitas.

Jumlah pelaksanaan dan pendapatan terkait KI universitas di Jepang cenderung meningkat sejak tahun 2001 hingga 2015. Jumlah paten ter-registrasi dari 10 universitas terkemuka di Jepang hingga 2017 sebanyak 3.645 saat itu. Pemaparan dari LitBang oleh Ibu Harini Yaniar dari LIPI dengan judul “Strategi Kekayaan Intelektual dalam Litbang”, menyampaikan bahwa Produktivitas Kekayaan Intelektual LIPI adalah sebanyak 999 Kekayaan Intelektual milik LIPI. LIPI adalah salah satu tempat yang bisa menjadi studi banding untuk KI dan juga IPB.

Manajemen Sentra Kekayaan Intelektual Se-Indonesia
Scroll to top